Smart Cities vs Spiritualitas Urban: Mahasiswa MIDRAS FDI Tampil di Forum Internasional INCISST 2026
Smart Cities vs Spiritualitas Urban: Mahasiswa MIDRAS FDI Tampil di Forum Internasional INCISST 2026

JAKARTA – Mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) kembali menorehkan prestasi akademik di tingkat internasional melalui partisipasi pada The 8th International Conference on Islamic Studies (INCISST) 2026. Delegasi yang terdiri dari Muhammad Arsyad, Ahmad Ivan Abid Nugroho, dan Nabiilah Ar Rasyidah hadir sebagai perwakilan resmi dari MIDRAS, sebuah Lembaga Semi Otonom (LSO) di lingkungan Fakultas Dirasat Islamiyah yang berfokus pada pengembangan riset dan intelektualitas mahasiswa.

Konferensi internasional yang mengusung tema “The Role of Islam in the Development of Education, Economy, Law, and Politic for Human Civilization” diselenggarakan secara hybrid dari kampus STIBA Ar Raayah, Sukabumi, pada Sabtu (16/5/2026). Sementara itu, proses persiapan partisipasi telah dimulai sejak pengiriman abstrak hingga submisi artikel yang diselesaikan pada 12 Mei 2026.

Pada forum ilmiah tersebut, delegasi MIDRAS berhasil mempresentasikan karya ilmiah yang mengangkat perspektif sosiologi Islam klasik Ibnu Khaldun dalam membaca fenomena smart cities modern berjudul “Smart Cities, Fragile Societies: An Ibn Khaldunian Analysis of Urban Spiritual Crisis and the Decline of Asabiyyah” (المدن الذكية والمجتمعات الهشّة: تحليل خلدوني للأزمة الروحية الحضرية وتراجع العصبية).

Kajian tersebut mengkritisi perkembangan konsep smart cities yang selama ini lebih menitikberatkan pada aspek infrastruktur digital, efisiensi ekonomi, dan kemajuan teknologi, namun kerap mengabaikan dimensi sosial dan spiritual masyarakat perkotaan. Dengan menggunakan perspektif Ibnu Khaldun, penelitian ini menyoroti fenomena melemahnya ‘asabiyyah (solidaritas sosial) serta meningkatnya krisis spiritual di tengah kehidupan urban modern.

Melalui pendekatan tersebut, tim peneliti menegaskan bahwa kemajuan teknologi dan modernisasi kota tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas sosial dan spiritual masyarakat. Kota yang secara digital dianggap maju justru berpotensi menjadi rapuh apabila tidak ditopang oleh kekuatan nilai, moral, dan kohesi sosial yang kuat.

Partisipasi dalam forum internasional ini menjadi langkah penting bagi MIDRAS sebagai LSO baru di Fakultas Dirasat Islamiyah dalam mendorong budaya riset dan publikasi ilmiah di kalangan mahasiswa. Kegiatan ini sekaligus menjadi implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Di akhir kegiatan, para delegasi menyampaikan rasa syukur atas kelancaran presentasi serta respon positif yang diterima dari para peserta dan panelis konferensi.

“Alhamdulillah, presentasi berjalan lancar dan mendapat respons positif. Ini menjadi pelecut semangat bagi kami dan rekan-rekan MIDRAS untuk terus berkarya, meneliti, dan menghadirkan kontribusi akademik yang relevan dengan tantangan zaman,” ungkap delegasi.

Dengan capaian ini, FDI melalui MIDRAS menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan karya ilmiah yang tidak hanya berakar pada khazanah Islam klasik, tetapi juga mampu menjawab problematika kontemporer di tingkat global.

WhatsApp Image 2026-05-19 at 07.11.28